Jumat, 06 Mei 2011

Sejarah Taman Kota di Bandung (5)

Hingga tahun 1950-an, di tengah serambi berbentuk setengah lingkaran di bagian atas taman, terletak sebuah patung dada Dr. Ir. Ijzerman. Namun tahun 1960 patung Ijzerman digantikan oleh patung Ganesha, yang kemudian digantikan lagi oleh sebuah tugu kontemporer yang terbuat dari baja tahan karat berbentuk rangka kubus.

Desain asli taman ini sebenarnya lebih mendekati taman ala Prancis bila dibandingkan dengan desain taman tropis. Saat bangunan rumah dan pepohonan belum tumbuh rindang dan menghalangi pandangan, dari serambi atas Ijzermanpark, orang dapat menikmati panorama indah cekungan Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan. Dalam serambi berbentuk setengah lingkaran tersebut terdapat kotak-kotak bergambar tanda panah yang terbuat dari marmer. Panah-panah tersebut merupakan alat penunjuk gunung-gunung yang mengelilingi cekungan Bandung. Di dalam kotak terdapat pula keterangan mengenai ketinggian gunung-gunung itu, diukur dari permukaan laut.

Keadaan Taman Ganesha kini cukup terang di siang hari, karena tidak banyak pohon besar dan rimbun yang tumbuh di tengah-tengah taman, tak seperti pepohonan di Taman Maluku. Hingga kini masih terdapat kolam dengan air mancur di tengah-tengah taman. Di sekililingnya tumbuh pohon-pohon palem yang belum terlalu tinggi.

Selain sebagai tempat interaksi manusia, Taman Ganesha juga merupakan tempat singgah bagi beberapa spesies burung. Oleh karena itu di taman ini juga ada papan yang menjelaskan spesies-spesies burung yang sering "mampir" berikut perilakunya. Terdapat pula himbauan bagi pengunjung taman untuk tidak memburu dan turut melestarikan keberadaan burung-burung tersebut.

Kini, 80 tahun kemudian, masihkah fungsi taman di Kota Bandung sesuai dengan konsep awalnya? taman kota sekarang lebih berkembang sebagai penghias jalan-jalan kota bandung dibandingkan fungsi awal sebagai wahana efektif guna mengakrabkan kehidupan warga kota dengan alam. Taman terbuka dapat digunakan untuk rekreasi, tempat penelitian, pengenalan jenis flora tropis, maupun untuk studi tentang siklus alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar