Rabu, 04 Mei 2011

Sejarah Taman Kota di Bandung (3)

Pada 4 Desember 1996, di taman ini ditempatkan patung Pahlawan Nasional Dewi Sartika, yang kemudian mengubah pula nama taman ini menjadi Taman Dewi Sartika. Kini sebagian lahan di Taman Merdeka digunakan sebagai tempat parkir kantor Pemerintah Kota Bandung yang dinaungi beberapa pohon berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Insulindepark terletak di Jln. Belitung No.1, yang kini dikenal dengan nama Taman Lalu Lintas. Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH), taman ini juga merupakan arena bermain dan belajar bagi anak-anak. Di taman ini anak-anak dapat mempelajari peraturan, sopan satun, dan disiplin berlalu lintas.

Taman seluas 38.600 m2 ini mulai ditata sejak akhir abad ke-19. Cikal bakal Insulindepark adalah tanah rawa yang diselingi bambu. Tahun 1898, tanah ini dikeringkan dan kemudian sempat digunakan untuk upacara dan latihan olah raga bagi anggota militer karena letaknya yang memang di lingkungan kompleks militer.

Sekitar 1915-1918, setelah orang menyadari bahwa iklim Kota Bandung di musim pancaroba tidak ramah, di sekeliling lahan ini ditanami pohon kenari (Canarium commmune) dan pohon sepatu dewa (Spathodea campanulata) untuk mengurangi tiupan angin. Selain itu agar pada musim kemarau udara di Kota Bandung tidak terlampau panas.

Secara bertahap dan teratur, kemudian lapang itu ditanami berbagai jenis pohon lindung, tumbuhan hias, dan bunga-bungaan. Lapang itu diubah menjadi sebuah taman yang cukup representatif, mewakili gaya taman tropis (Indische Tropische Park) . Taman ini kemudian diberi nama Insulindepark pada 1925. Pascakemerdekaan, nama taman itu diubah menjadi Taman Nusantara, melalui ketetapan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Bandung tanggal 28 April 1950.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar