Kamis, 05 Mei 2011

Sejarah Taman Kota di Bandung (4)

Tahun 1954 Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) merencanakan untuk membangun Traffic Garden atau Taman Lalu Lintas di atas lahan Taman Nusantara. Pembangunan Taman Lalu Lintas dikerjakan selama dua tahun, dimulai pada 23 Maret 1956 dan diresmikan pada 1 Maret 1958. Sebagai pengelola tetap dibentuklah Yayasan Taman Lalu Lintas Bandung tanggal 26 Juni 1960. Taman ini kemudian bernama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, untuk mengenang putri cilik Jenderal Bintang Lima (Purn.) Abdul Haris Nasution. Taman Lalu Lintas sempat tak terurus, hingga pada 1974 beberapa ibu dari perkumpulan Bandung Kota Kembang turun tangan menanganinya.

Taman Maluku (Molukkenpark) mulai dibangun tahun 1919, setahun setelah pesawat terbang yang membawa Pastor H.O. Verbraak, S.J. (1835-1918) jatuh di sekitar lokasi yang kini menjadi Taman Maluku. Ia adalah seorang imam tentara Belanda yang bertugas dalam Perang Aceh (1845-1907). Sikapnya yang manusiawi terhadap setiap orang dari bangsa apa pun, menyebabkan ia disegani dan dicintai siapa pun. Untuk mengenang Pastor Verbraak, dibangunlah patungnya pada 1922 di ujung sebelah barat taman.

Patung Pastor Verbraak berdiri menghadap istana kediaman Panglima Bala Tentara Belanda di Nusantara (Paleis van den Legercommandant), untuk mengingatkan orang akan jasa-jasa dan perilakunya selama Perang Aceh berlangsung. Patung Pastor Verbraak, adalah sisa satu-satunya dari tujuh patung, yang menghiasi Kota Bandung dahulu. Menurut sejarawan dari Universitas Padjadjaran Bandung Dr. A. Sobana Hardjasaputra, S.S., M.A., keberadaan enam patung lain memang tak terlacak. "Saya berasumsi, sebagian patung-patung tersebut rusak saat masa revolusi," ujarnya.

Ijzermanpark yang kemudian berganti nama menjadi Taman Ganesha terletak di depan kampus Institut Teknologi Bandung di Jln. Ganesha. Taman seluas 2.750 m2 ini merupakan monumen peringatan yang dibangun tahun 1919 untuk mengenang jasa Dr. Ir. Ijzerman alias "manusia besi". Ia adalah pegawai Staats Spoorwegen (Jawatan Kereta Api Negara), yang merancang dan memimpin pemasangan jalur rel kereta api, dari Bogor ke Bandung. Ia berjasa besar dalam pendirian Technische Hogeschool (THS) atau yang sekarang bernama Institut Teknologi Bandung (ITB). Dahulu taman ini merupakan satu kesatuan dengan bangunan kampus ITB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar