Minggu, 09 Desember 2012

Hutan Kota di Jakarta

Rekreasi dan berkebun di Jakarta


Kini berekreasi di Jakarta bukan hanya ke mal megah sambil berbelanja dan makan-makan atau ke obyek wisata pada umumnya seperti Ragunan, Monas, Ancol dan lainnya. Kini cukup berkebun di sela-sela lahan kosong di antara gedung pencakar langit Jakarta, bisa menjadi acara keluarga yang menyenangkan.

Gagasan ini yang coba diusung oleh sebuah komunitas baru bernama Indonesia berkebun. Untuk pertama kalinya kegiatan ini diadakan di Jakarta dengan nama Jakartaberkebun @ Spring Hill. Berlangsung Minggu sore, 20 Februari 2011 di lahan kecil seluas 10.600 meter persegi di apartemen ekslusif The Royal Spring Hill Residences, Kemayoran, Jakarta.

Pengembang Spring Hill dikenal memiliki komitmen dan konsistensi dalam mengembangkan hunian hijau yang ramah lingkungan. The Royal Spring Hill Residences dengan Swiss Bell Hotel sebagai property management, merupakan apartemen  Hi Rise pertama yang mendapat sertifikasi dari Green Building Council Indonesia.

Menurut Ridwan Kamil, pengagas Indonesia Berkebun, Jakarta sebagai kota dengan tingkat stress yang tinggi. Hal ini dipicu dengan pemasalahan sosial dan lingkungan seperti tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pembangunan yang tidak sinkron dengan pelestarian lingkungan. “ Hal itu semua yang melatarbelakangi kegiatan Indonesia Berkebun,” ujar Ridwan yang juga seorang arsitek ini.

Kegiatan ini mengambil konsep Urban Farming, yaitu usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan konsumen urban, dimulai dari proses produksi, pengolahan dan distribusi yang dilakukan secara berkesinambungan. Usaha ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan atau tanah di perkotaan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 orang, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang ditambah dengan pihak panitia dan karyawan The Royal Spring Hill Residences dan tamu lainnya. Kegiatan berkebun dimulai dengan pembagian kelompok terlebih dahulu dan diberikan jatah lahan yang setiap petaknya diberi nama dengan nama kota-kota besar di Indonesia, Seperti Jakarta, Jambi, Indragiri,  Toraja dan lain-lain. Pemberian nama ini seiring dengan semangat untuk menyebarkan kegiatan ini keseluruh Indonesia.

Proses penanaman bibit kali ini menggunakan bibit Kangkung. Setiap peserta dengan lahan kelompoknya membuat lubang dengan menggunakan tongkat bambu dengan kedalaman 5-10 cm dan jarak antara lubang sepanjang 2 jengkal. Setiap lubang diberi 3 biji benih Kangkung, lalu ditutup dengan cara menguruk tanah dengan tangan, lalu disiram. Dengan waktu 3-4 bulan Sayur Kangkung yang ditanam sudah dapat dipanen.

Setelah kegiatan Jakarta Berkebun, selanjutnya komunitas Indonesia Berkebun akan menghidupkan kegiatan ini ke kota lain di Indonesia dengan memanfaatkan lahan hijau di kota lain seperti Palembang dan Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar